RECHARGING
Gadget
perlu di-recharge supaya bisa
berfungsi secara maksimal. Pikiran kita juga perlu di-recharge supaya ilmu yang sudah mengendap sekian lama bisa
dimunculkan dan bisa dimanfaatkan kembali. Rasa cinta kita termasuk cinta kita terhadap
Rasul pun perlu di-recharge supaya
tetap membara dan semakin membara. Menghadiri pengajian online yang diadakan
oleh Jalar (Jaringan Alumni Luar Negeri) bekerjasama dengan Pondok Pesantren
Raden Rahmat Sunan Ampel (PPRRSA) Jember tanggal 4 Februari 2021 adalah salah
satu upaya saya untuk me-recharge pikiran
dan batin saya supaya pikiran bisa kembali segar, dan kecintaan terhadap Rasul
semakin membara.
Pengajian online dengan judul “Berkat Shalawat
Hidup Sukses Dunia Akhirat” menghadirkan Ustadz Dr. Alfian Iqbal Zahasfan. Ada
banyak ilmu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Alfian tentang shalawat kepada
Rasul yang notabene adalah ekspresi cinta kepada Rasul. Paparan beliau tentang
shalawat meliputi landasan atau dalil yang menegaskan pentingnya kita
bershalawat, keuntungan atau keutamaan bershalawat, dan shalawat yang dipadu
dengan doa.
Landasan pertama atau dalil atas pentingnya kita bershalawat, yaitu QS Al-Ahzab 56 yang intinya Allah dan para malaikat bershalawat untuk Nabi dan seruan kepada kita untuk bershalawat dan penyampaian salam kepada Nabi dengan penuh rasa hormat. Selain itu, Hadits riwayat At-Tarmidzi no hadits 484 menyebutkan bahwa orang yang paling dekat dengan Nabi kelak di hari kiamat adalah mereka yang banyak bershalawat.
Terkait dengan hadits ini, Ustadz Dr. Alfian menjelaskannya dengan analogi seseorang yang sedang jatuh cinta maka dia akan sering-sering menyebut nama orang yang membuatnya jatuh cinta. Mengingat bershalawat adalah menyebut dan mengagungkan nama Rasul, maka barang siapa yang sering melakukannya bisa dipastikan sangat mencintainya. Bila dia sudah mencintai Rasul, bisa dipastikan pula bahwa selain dia sering menyebut nama Rasul juga menjalankan ajaran-ajaran Rasul. Dari sini, wajar bila Rasul menyampaikan bahwa yang dekat dengan beliau adalah mereka yang sering bershalawat. Shalawat adalah representasi dari cinta.
Selain QS Al-Ahzab 56 dan Hadits riwayat At-Tirmidzi
dengan nomer hadits 484 di atas, Ustadz Dr Alfian juga menyebutkan keuntungan
bershalawat, minimal ada 4: akan dibalas oleh Allah dengan 10 kali shalawat
bila kita bershalawat 1 kali, Allah akan menaikkan kita 10 derajat, Allah akan
memberikan 10 kebaikan, dan Allah akan mengampuni 10 dosa kecil kita.
Hal terakhir yang disampaikan oleh Ustadz Dr.
Akfian adalah perpaduan antara shalawat dan doa. Dengan menyitir hadits riwayat
At-Tarmidzi nomer 2457, Ustadz menegaskan bahwa Doaku adalah shalawat dan
shalawat adalah doaku. Mengapa? Karena di dalam hadits tersebut disebutkan
bahwa bila doa kita hanya berisi shalawat, maka hajat kita akan terpenuhi dan
dosa kita akan diampuni.
Kyai Ahmad Nafi memberikan tambahan ulasan yang
sangat menarik. Menurut beliau, bershalawat seyogyanya tidak hanya ketika butuh
saja. Kita bershalawat seyogyanya dilandasi rasa cinta sepenuhnya kepada Rasul.
Dalam proses kita mencintai Rasul dengan rutin bershalawat, nanti akan ada moment of truth, yaitu suatu sesi di
mana Allah menunjukkan kebenaran-Nya. Di saat kita dalam kondisi terhimpit
kesulitan, dan di saat yang sama kita bershalawat, dan saat itulah pertolongan
Allah datang. Dan dari sini kita akan semakin yakin dengan fadhilah dari
shalawat, dan pada akhirnya kita bisa menjadi perindu shalawat.
Itulah kurang lebih ilmu yang disampaikan oleh
Ustadz Dr. Alfian Iqbal dan Kyai Ahmad Nafi. Paparan beliau berdua membuat saya
bercermin dan merenungi diri. Seberapa besar cinta saya sama Rasul? Berapa kali
saya menunjukkan romantisme saya kepada Rasul dengan bershalawat? Kalaupun
bershalawat, seberapa ihlas cinta itu saya sampaikan? Kalaupun bershalawat,
seberapa perhitungan matematis alias hitungan untung rugi yang sudah saya
kalkulasi?
Paparan singkat beliau berdua seperti pelecut
untuk belajar ihlas mencintai Allah dengan cara mencintai kekasih-Nya dengan
ihlas seihlas-ihlasnya hingga moment of
the truth itu datang sesuai dengan yang Dia programkan. Bukan sesuatu yang
mudah, tapi juga bukan sesuatu yang tidak mungkin.
Malang, 5 Februari 2021M/21 Jumadil Akhir 1442H

Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad. Terimakasih pengingatnya bunda😍
BalasHapusThank you, Sis......
HapusShollallaahu 'ala Sayyidina Muhammad, indah bunda
BalasHapus