Sabtu, 01 Juli 2023

Mbakyu Anjarwati

 


Mbakyu Anjarwati

 

            Mbakyu adalah sebutan bagi perempuan yang lebih tua atau karena dianggap lebih tua. Kakak kandung perempuan biasanya dipanggil mbakyu atau mbak saja atau yu saja. Tradisi ini juga terjadi pada keluarga saya. Saya yang terlahir sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara yang mayoritas perempuan, maka secara otomatis saya memiliki banyak mbakyu. Saya memanggil mereka secara beragam. Ada yang saya panggil yu, ada pula yang saya panggil mbak. Cara memanggil tersebut spontan, alami, tanpa direncanakan hingga saya sendiri tidak tahu mengapa dengan kakak X saya memanggil mbak, dan terhadap kakak Z saya memanggil yu. Semua berjalan sangat alami.

        Salah satu kakak yang saya panggil Yu adalah kakak ketiga. Nama aslinya menurut almarhum Bapak saya adalah Hajar, tetapi karena di ijazah SD tertulis Anjarwati, maka nama tersebut yang akhirnya disandangnya. Dalam keseharian saya memanggilnya Yu nJar. Sebutan tersebut bagi saya terasa sangat ringan, alami, dan mengakrabkan. Yu nJar pun terlihat demikian. Kami sama-sama menikmati dengan panggilan tersebut.

        Enam dari delapan bersaudara. Yu nJar nomor tiga dari kanan

            Kami kakak beradik, tetapi usia kami terpaut sangat jauh, yaitu 20 tahun.  Ketika saya masih kecil, saya melihat sosok Yu nJar sebagai sosok yang sangat pendiam. Dia sangat jarang bercengkerama dengan saya, adiknya. Berbicara dengan saya bila dirasa benar-benar perlu. Kediaman dan ke-anteng-an Yu nJar saat itu membuat saya sangat sungkan. Dia sangat nyungkani, dan karena penilaian saya yang sedemikian membuat hubungan kami menjadi sangat formal. Hubungan kami waktu itu saya rasakan layaknya guru dan murid, yaitu hubungan yang berjarak.   

Begitu saya remaja, saya baru menyadari bahwa Yu nJar tidaklah seformal yang saya kira. Dia ramah dengan caranya sendiri. Di balik sikap diam dan anteng dia simpan sikap tanggung jawab, keramahan dan kehangatan yang ia kemas dengan khas.


Sikap tanggung jawab dia wujudkan dalam bentuk kerelaannya menyisihkan penghasilannya untuk diserahkan kepada Ibuk untuk membantu keuangan keluarga. Ini bukan perkara mudah karena selain gaji PNS waktu itu belum setinggi sekarang, juga Yu nJar sendiri memiliki banyak kebutuhan. Meski demikian, bantuan bulanan untuk Ibuk tidak pernah absen. Hanya pribadi yang hangat dan penuh empati yang bisa berbagi dalam keadaan sempit.

Selain itu, Yu nJar memiliki cara yang khas untuk menyayangi saya  sebagai adiknya. Salah satu kekhasan tersebut adalah begitu Yu nJar memiliki putra putri, caranya memanggil saya berubah. Saya tidak lagi dipanggil nama tanpa sebutan, tetapi saya dipanggil dengan sebutan bulik.  Sebutan bulik ini secara konsisten dia sebut untuk memanggil saya. Bulik Nur adalah panggilan untuk saya.

Juga, Yu nJar memiliki cara tersendiri dalam menunjukkan kehangatannya terhadap saya. Setiap saat saya berkunjung ke rumahnya, Yu nJar selalu menemui saya dan menemani saya duduk. Tidak banyak cerita yang dia ceritakan, tidak banyak pula pertanyaan yang dia lontarkan.  Dia duduk dengan tenang sambil menyilakan saya menikmati hidangan yang tersedia.

Bentuk kehangatan Yu nJar terhadap saya: menemani saya duduk.

Kehangatan lain yang Yu nJar tujukan ke saya adalah kesediannya hadir di acara pernikahan Fatin, anak pertama saya, pada bulan Juli 2022. Dengan kondisi fisik yang tidak terlalu prima, Yu nJar rela menempuh perjalanan dari Nganjuk ke Malang hanya untuk mendampingi saya dalam pernikahan anak saya. Pengorbanannya semakin membuat saya tersentuh karena Yu nJar sempat terjatuh dua kali di rumah saya. Kondisi fisik yang kurang prima, capek karena perjalanan jauh, plus situasi rumah yang belum dikenalnya mungkin menjadi penyebab jatuhnya mbakyu saya yang satu ini. Sungguh, peristiwa tersebut sangat membekas dalam ingatan saya.


Yu nJar (berdiri kedua dari kiri) dalam pernikahan Fatin

Ketika ingatan akan peristiwa jatuh tersebut masih lekat dalam pikiran, tiba-tiba saya disentakkan oleh kabar bahwa Yu nJar wafat pada tanggal 24 Juni 2023, sekitar pukul 19.00. Berita duka ini betul-betul membuat saya berduka. Kita tahu bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Meski demikian, ketika kematian tersebut menimpa orang dekat kita, kita pasti kelimpungan. Kita merasa belum siap dan sering mempertanyakan kok cepat sekali. Itulah yang saya rasakan ketika berita duka tersebut muncul di grup keluarga. Speechless. Tidak percaya.

Kematian selalu tidak enak untuk dibicarakan karena kematian selalu diasosiakan dengan kesendirian dan pertanggungjawaban. Datangnya kematian berarti perpisahan dengan semua dan segala hal yang kita cintai. Pasangan, putra putri, handai taulan, kerabat, mahasiswa, harta benda, jabatan, dan lain-lain harus kita tinggalkan. Tinggallah kita sendiri, sebatang kara. Kesendirian bukanlah suatu yang enak untuk dibayangkan. Selain kesendirian yang tidak mengenakkan, pertanggunjawaban akan apa yang sudah kita lakukan menanti di pelupuk mata. Membayangkan mimbar pertanggungjawaban bukanlah hal yang menyenangkan.

Yu nJar telah sampai pada titik itu, dan kami harus dengan rela melepasnya. Panggilan Allah terhadap Yu nJar menyadarkan saya bahwa kehidupan ini mirip dengan perjalanan naik bus kota yang setiap saat bisa berhenti di halte. Setiap penumpang bus kota sudah tahu di halte mana dia akan berhenti. Sebaliknya, dalam kehidupan ini kita tahu bahwa pasti kita akan berhenti di satu titik, tetapi kita tidak tahu di titik mana kita akan berhenti.

Akhirnya, saya sampaikan selamat jalan, Yu nJar…. Doaku untukmu: semoga Allah menerima semua kebaikanmu selama ini, mengampunimu atas semua salah khilaf, dan menempatkanmu di tempat tertinggi, di sisi-Nya. Aku akan selalu ingat senyummu yang khas, diam dan antengmu, panggilanmu untukku, pengabdianmu kepada Ibuk dan Bapak, dan pengorbananmu dalam menghormati pernikahan putri pertamaku. Selamat jalan, Yu.......

Malang, 1 Juli 2023 M/13 Dzulhijjah 1444 H      


1 komentar:

  1. Aamiin yaa mujibaddu'a. Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa'afihi wa'fu anhaa.. Semoga Budhe Anjar mendapat tempat terbaik...

    BalasHapus

Mbakyu Anjarwati

  Mbakyu Anjarwati                  Mbakyu adalah sebutan bagi perempuan yang lebih tua atau karena dianggap lebih tua. Kakak kandung pe...