Selasa, 13 Juni 2023

WISUDA 232

 


WISUDA 232

 

        Wisuda 232 adalah wisuda Universitas Airlangga yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 3 Juni 2023. Putri pertama saya, Fatin Philia Hikmah, salah satu wisudawan S2 dan Profesi dari Fakultas Psikologi. Saya sekeluarga hadir di acara yang digelar di Airlangga Convention Center tersebut. Hadir di wisuda Unair kali ini merupakan pengalaman ketiga saya. Tahun 2018 Fatin wisuda S1, dan 2019 Opik wisuda, dan di keduanya saya hadir.


Fatin dengan toga hitamnya

Dengan berbekal undangan dengan nomor kursi 1603 dan 1604, saya dan suami memasuki ruang tempat berlangsungnya acara. Wali wisudawan ditempatkan di lantai dua dengan tribun berkursi sebagai tempat duduk. Rektor dan jajarannya, para wisudawan, wali mahasiswa berprestasi, dan undangan VIP ada di lantai bawah.

Ada kelegaan mendalam begitu melihat deretan wisudawan dengan toga hitam. Sejenak terbayang kembali bagaimana Fatin harus mengikuti kuliah luring selama beberapa saat, kemudian berpindah ke moda daring sampai semua teori habis. Terlintas juga bagaimana rebyek-nya mencari responden untuk penelitian tesis. Pasang poster di status, mengontak teman yang sekiranya punya relasi yang bisa digiring untuk dijadikan responden adalah salah satu dinamika yang harus Fatin lalui untuk menyelesaikan tesis.

Tensi meninggi ketika harus menyelesaikan tujuh kasus sebagai syarat mutlak untuk menyandang gelar psikolog professional. Dimulai dengan magang di PLP di Universitas Muhammadiyah Malang, dan dilanjutkan dengan mencari subyek berkasus yang penyelesaiannya diuji kebenarannya oleh dewan penguji. Mencari dan menyelesaikan tujuh kasus bukanlah pekerjaan mudah. Masing-masing kasus menuntut kajian teori mendalam, metodologi penyelesaian yang pas, keluwesan dalam menyelesaikan kendala teknis di lapangan, dan ketangguhan serta kemahiran berargumentasi ketika sidang. Saya tahu, Fatin jatuh bangun dalam menyelesaikan ini semua. Mengulang salah satu kasus yang sudah naik ke meja sidang adalah pengalaman kurang menyenangkan yang mengandung banyak hikmah. Menemukan bahwa suatu lembaga ternyata kurang tepat dijadikan sebagai tempat penyelesaian kasus setelah dilakukan observasi dalam kurun cukup lama adalah pengalaman lain yang menuntut kesabaran ekstra.

Terselesaikannya tujuh kasus bukanlah akhir, karena Fatin masih harus diuji kelayakannya oleh organisasi profesi, yaitu HIMPSI. Dalam ujian ini, Fatin diuji oleh Ibu Esti Hayu, psikolog dari Universitas Gadjah Mada. Ujian ini menjadi penanda berakhirnya serangkaian ujian yang harus Fatin lalui.

Kelelahan dan kegalauan yang sering menggelayut selama proses studi dan profesi terasa sirna begitu melihat Fatin bertoga hitam dengan kombinasi kuning dan biru muda. Alhamdulillah. Orang Inggris bilang every after cloud, there is a rainbow. Cloud alias mendung itu sudah berlalu, dan rainbow alias pelangi itu sudah hadir. Kehadiran pelangi dalam kehidupan Fatin yang disimbulkan dengan toga hitam itulah yang membuat saya lega dan wisuda 232 terasa sangat istimewa bagi saya.


Kebahagiaan Fatin kebahagiaan adiknya juga

***********

        Keistimewaan Wisuda 232 selain karena saya dan keluarga betul-betul engaged juga karena gaya MC dalam memandu acara. Seperti halnya wisuda di kampus lain, beberapa mahasiswa berprestasi diberi kesempatan berbicara di depan. Yang membedakan Wisuda 232 dengan wisuda lainnya adalah tugas memanggil mahasiswa berprestasi tersebut dilakukan oleh Rektor, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak. dan bukan oleh MC. Dengan gayanya yang sangat santai, Rektor memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk tampil. Dengan tanpa menyebut nama dan fakultas, pemanggilan terlihat random, tapi saya yakin tidak random. Semuanya sudah disiapkan. List nama sudah ada di map Rektor. How did I know? Pertama, mereka yang maju sudah menyiapkan teks di HP masing-masing. Kedua, yang maju memiliki karakteristik yang sama: memiliki prestasi lebih atau keunikan lain. Ada yang berapi-api cerita tentang bagaimana dia bisa mendapatkan bea siswa bidik misi. Ada pula yang sangat bangga bagaimana dia bisa mendapat predikat mahasiswa termuda. Dengan usia yang baru 24 tahun mahasiswi tersebut sudah menyandang gelar doctor. Ada pula yang dengan PD-nya menyebutkan sederet prestasi nasional dan internasional yang diraihnya. Selain itu, ada pula yang dengan santainya menyebut bahwa dia maju bukan karena prestasi tetapi karena lamanya studi yang dia tempuh. Dengan polosnya dia menyebut bahwa meski IPK-nya tertinggi di fakultasnya, yaitu 3.87, dia tidak bisa dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi karena masa studinya mencapai 6 tahun. Tepuk tangan Panjang membahana begitu mahasiswa FISIP tersebut mengakhiri sambutannya. Mahasiswa tersebut sebagai satu-satunya mahasiswa yang maju ke depan yang orang tuanya tidak duduk di tribun kehormatan.

        Meski acara ini menyita cukup banyak waktu, tetapi peran MC yang digantikan oleh Rektor menjadikan acara wisuda terasa lebih cair, tidak terlalu kaku karena protokoler. Begitu acara ini selesai, acara selanjutnya adalah penyerahan ijazah yang mewajibkan wisudawan maju, menerima ijazah dari dekan, dan berjabat tangan dengan Dekan dan Rektor.


We are a full team

        Begitu Fatin sudah menerima ijazah, acara selanjutnya adalah foto bersama dan selanjutnya pulang. Dalam perjalanan pulang, saya berdialog dengan Gusti Allah dalam hati: terimakasih atas semua karunia-Mu, ya Allah. Berikanalah Ridha-Mu pada Fatin dan keluarganya, karuniakanlah keberkahan kepada ilmu yang sudah Fatin raih supaya bisa membawa kemudahan hidup di dunia dan akhirat, dan membawa manfaat bagi sesama. Aamiin….  

Malang, 13 Juni 2023

 

 

 


2 komentar:

Mbakyu Anjarwati

  Mbakyu Anjarwati                  Mbakyu adalah sebutan bagi perempuan yang lebih tua atau karena dianggap lebih tua. Kakak kandung pe...