Jumat, 28 April 2023

RECHARGING HATI DAN PIKIRAN

 

RECHARGING HATI DAN PIKIRAN

            Lebaran tahun ini terasa lebih istimewa dari biasanya karena diawali dengan adanya gerhana matahari campuran (hybrid solar eclipse) yang terjadi di hari terakhir Ramadhan (20 April 2023) sekitar pukul 10.00 WIB. Di hari tersebut saya mengikuti shalat kusuf di Masjid AR Fahruddin UMM. 

        Kami merayakan Iedul Fitri keesokan harinya, 21 April 2023, sedangkan warga masyrakat lain ada yang menjalankannya keesokan harinya (22 April 2023). Kami melaksanakan shalat Ied di SD Muhammadiyah 8 Dau.  Shalat tersebut diikuti banyak warga. tempat yang disediakan panitia semuanya terisi oleh jamaah. 


Setelah selesai shalat Ied di SD MAPAN

Lebaran tanpa mudik ibarat sayur tanpa garam. Saya dan keluarga mudik ke kampung halaman saya di Baron Nganjuk pada tanggal 21 April 2023. Di mudik kali ini saya sengaja tidak membawa laptop tapi saya tetap membawa satu buku bacaan, buku tulis dan alat tulis. Laptop sengaja saya tinggal dengan tujuan supaya bisa berjarak dengan tugas rutin. Laptop adalah tempat tersimpannya semua data pekerjaan. Di laptop tersimpan sederet buku referensi yang harus dibaca, di laptop juga tersimpan file draft skripsi dan tesis mahasiswa, dan di laptop pula tersimpan dengan rapi draft penelitian yang sangat ingin saya selesaikan dan submit ke jurnal. Laptop is work. Mungkin itulah deskripsi yang pas untuk laptop. Karena selama mudik saya sedang tidak bekerja, maka dia saya tinggal di rumah.

 Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam, sampailah saya di kampung halaman, di Baron Nganjuk. Keluarga besar sudah menunggu di sana. Kakak-kakak, keponakan dengan putra putrinya (yang berarti cucu saya) dengan sangat gembira menerima kami. Kehangatan semakin terasa ketika kami ngobrol berbagai hal yang enteng-enteng. Saling menanyakan dan menginfokan kabar kerabat yang lama tidak muncul cukup mendominasi pembicaraan kami. Selebihnya diisi dengan topik-topik yang kadang terkesan receh tapi bisa menghangatkan suasana.

Dengan keluarga kakak kedua


Dengan Mbakyu2 dan keponakan 

Kampung halaman bukanlah destinasi terakhir bagi saya dan keluarga karena kami berencana mengunjungi seorang teman dan dua kerabat yang sakit. Keesokan hari, 22 April 2023, kami melanjutkan perjalanan ke Surakarta sebagai destinasi bezoek pertama. Di kota ini kami bezoek seorang teman yang sakit. Kami tiba di kediamannya sekitar pukul 14.00. Beliau sakit sudah cukup lama. Beliau cerita banyak tentang penyakitnya dan upayanya sembuh dari sakit tersebut. Beliau menyebut banyak istilah medis yang sebelumnya tidak pernah saya dengar. Di tengah-tengah upayanya sembuh, beliau masih menjalankan tugas utamanya sebagai dosen, yaitu mengajar. Dengan moda daring, tugas tersebut tetap beliau jalani dengan semangat. Selain itu, beliau juga Menyusun Penetapan Angka Kredit (PAK) sebagai respons terhadap SE Permenpan RB terbaru.

Dari Surakarta, kami balik ke arah timur, ke Madiun. Di sini kami bezoek kerabat yang pernah sakit stroke dan masih berdampak sampai sekarang, yaitu menurunnya kemampuan berbicara. Beliau agak kesulitan setiap akan melisankan sesuatu. Meski demikian, beliau tetap terlihat ceria dan semangat menyambut kedatangan kami.

Dari Madiun kami meluncur ke Tulungagung untuk bezoek kerabat lain yang sakit sudah agak lama. Dengan beliaunya kami tidak bisa berkomunikasi karena memang kondisinya tidak memungkinkan. Melalui putra putrinya saya jadi tahu betapa berat perjuangan keluarga tersebut dalam menghadapi penyakit. Banyak hal detil yang mereka ceritakan yang tidak mungkin saya ungkap di sini.

Kunjungan ke kampung halaman di mana saya bisa ketemu dengan keluarga besar plus bezoek di tiga destinasi membuat saya seperti baterai yang baru di-recharge. Obrolan ringan dengan kakak dan keluarganya bisa menghilangkan kepenatan pikiran karena rutinitas. Obrolan tersebut juga bisa menjadi pembangkit energi yang tererosi oleh tugas-tugas yang kadang saya rasa sangat monoton. Dengan kondisi pikiran seperti ini, saya siap menyambut tugas rutin kembali: siap menyelesaikan penelitian yang sudah agak lama belum kelar dan insya Allah siap submit; siap pula merevisi diktat yang selama ini terbengkalai; dan juga siap membimbing anak bangsa dalam menyelesaikan studi mereka.

Recharging hati dan pikiran juga terjadi ketika saya mengunjungi kerabat dan teman yang sakit. Ketiganya menyadarkan saya bahwa kesehatan yang saya miliki bernilai tidak terhitung mahalnya. Saya tersadar ternyata bisa bergerak normal tanpa tergantung pada orang lain adalah anugerah. Bisa makan makanan padat adalah anugerah lain yang selama ini saya nikmati. Bisa mengajar dengan dua moda—daring atau luring—adalah precious gift. Bisa melisankan ide secara normal sehingga mudah dipahami orang lain adalah salah satu kenikmatan terindah yang setiap detik saya nikmati tanpa saya sadari. Semua ini semoga bisa me-reset ulang pikiran dan berimbas pada lisan dan tindakan. Keluh kesah yang sering menghiasi hati, pikiran, dan lisan semoga bisa berkurang, atau bahkan hilang sama sekali. Bezoek di hari lebaran semoga bisa mengubah focus perhatian dari yang belum dimiliki ke cara memaksimalkan apa yang sudah dimiliki.  

Salah satu anugerah terindah: kemampuan melisankan ide dengan sempurna sehingga bisa dipahami orang lain

Layaknya baterai HP, hati dan pikiran seyogyanya di-recharge secara berkala. Hati perlu di-recharge untuk menjaga kebeninganmya sehingga senantiasa peka dalam membedakan antara kebaikan dan keburukan . Pikiran juga harus di-recharge secara berkala supaya ketajaman berpikir senantiasa terjaga. Menjaga ketajaman pikiran dalam kebeningan hati bukanlah terlalu gampang tapi juga bukan hal yang tidak mungkin. Insya Allah bisa. 

Malang, 28 April 2023M/7 Syawal 1444H 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mbakyu Anjarwati

  Mbakyu Anjarwati                  Mbakyu adalah sebutan bagi perempuan yang lebih tua atau karena dianggap lebih tua. Kakak kandung pe...