Senin, 04 Januari 2021

WISATA BAHASA DI TUNISIA

Wisata Bahasa. Istilah ini mengacu pada segala aktifitas yang memungkinkan peserta POSFI menggunakan bahasa setempat baik secara aktif maupun pasif. Membaca petunjuk arah, memperhatikan daftar harga di pasar swalayan, tawar menawar dengan pedagang di pasar tradisional, menanyakan arah angkot kepada sang sopir, berdialog dengan dosen dan mahasiswa di kampus adalah contoh kegiatan wisata bahasa.

Dari wisata bahasa yang saya lakukan selama hampir tiga minggu di Tunisia, saya menyimpulkan bahwa masyarakat Tunisia secara kebahasaan sangat unik (linguistically unique). Pertama, adanya dualisme dominasi antara bahasa resmi dan bahasa kedua. Berdasarkan konstitusi, bahasa resmi (official language) Tunisia adalah bahasa Arab, dan bahasa Perancis sebagai bahasa kedua (second language). Faktanya, bahasa kedua tidak kalah dominan dari bahasa resmi, atau bahkan lebih dominan. Banyak dokumen resmi, semisal surat yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah, pengumuman di kampus, jadwal kuliah, dll yang ditulis dalam bahasa Perancis. Nama-nama gedung dan bangunan ditulis dalam bahasa Arab dan Perancis, yang menyiratkan bahwa bahasa Perancis kedudukannya setara dengan bahasa Arab.

Kedua, masyarakat Tunisia memiliki bahasa komunikasi yang mereka sebut bahasa Darija. Ini adalah variasi bahasa Arab yang banyak berbeda dengan bahasa Arab standar yang dipakai di negara berbahasa Arab (Arabic speaking countries). Perbedaan yang sangat menonjol dari keduanya adalah pada aspek morfologi atau bentukan kata. Kata-kata dalam bahasa Darija banyak dipengaruhi oleh bahasa Perancis dan bahasa-bahasa lain yang ada di Tunisia. Kalau Arab standar ada kata thayyib yang berarti komentar positif terhadap sesuatu atau setara dengan OK, maka di Darija ada dakurdoo. Terima kasih yang dalam bahasa Arab standar syukran, dalam bahasa Darija disebut mershee. Keberadaan kata-kata sejenis dakurdoo, mershee, dan kata-kata lainnya merupakan kreatifitas masyarakat Tunisisa yang banyak dipengaruhi oleh posisinya sebagai multiple linguistic community. Dibutuhkan kajian morfologis yang mendalam untuk mengetahui pola pembentukan kata-kata dalam bahasa Darija.

Wisata bahasa yang saya lakukan berakhir pada kesimpulan bahwa ada ‘perang’ pengaruh antara Perancis dan Arab. Keduanya seolah olah sama-sama berupaya menarik hati masyarakat Tunisia meskipun mungkin masyarakat sendiri tidak menyadarinya. Bahasa adalah salah satu representasi dari budaya. Maka, penguasaan bahasa berarti penguasaan budaya, termasuk di dalamnya pola pikir atau bahkan ideologi. Dominannya bahasa Perancis di Tunisia apakah berarti dominan pula budaya Perancis di negeri tersebut, memang masih memerlukan kajian sosiologis yang lebih jauh. (Nurul IAIN Tulungagung, Peserta POSFI 2015 Tunisia).


Tulisan ini dimuat di Website Diktis Kemenag RI, tanggal 6 November 2015 (http://diktis.kemenag.go.id/NEW/index.php?berita=detil&jenis=news&jd=565#.XeMYjsJ7nug

1 komentar:

  1. Wah, mantap Bunda ^^
    Semoga bisa merasakan "wisata bahasa" juga, baik di Tunisia maupun di bumi Allah lainnya :D
    Aamiin...

    BalasHapus

Mbakyu Anjarwati

  Mbakyu Anjarwati                  Mbakyu adalah sebutan bagi perempuan yang lebih tua atau karena dianggap lebih tua. Kakak kandung pe...